MAKALAH
ILMU
SOSIAL BUDAYA DASAR
PENDUDUK,
MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
INDIVIDU,
KELUARGA, DAN MASYARAKAT
DISUSUN
OLEH:
Adam muktafa 30417078
Angga Nugraha (30417753)
Annisa Rahmawati (37417121)
Bagus puja prasetya (31417144)
Febri Tria Ningsih (32417282)
Ignatius Randy Putra Indraprasetya
(32417819)
Leony sasmita (33417307)
M Nur Rachman Alfi Widjaja (33417789)
Muhammad Hasan (34417044)
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah yang penulis
buat bersama teman-teman penulis.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial
dasar serta untuk menambah pengetahuan penulis serta pembaca dari makalah ini.
Tugas makalah ini penulis bagi menjadi 2 sesi, yang pertama
berisikan informasi-informasi tentang
penduduk, masyarakat dan budaya. Yang
kedua berisikan informasi-informasi tentang individu, keluarga, dan masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah yang
penulis buat, oleh karena itu kritik dan saran sangat membantu penulis agar
bisa melengkapi dari makalah ini.
Terima kasih.
Depok, 2 Mei 2018
BAB
I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Penduduk, Masyarakat, dan
Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk
bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu
pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah
tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini
adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari
masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu
masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh
kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan
yang saling menentukan.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tak luput dengan
kehidupan sosial dimana seorang manusia pasti sangat membutuhkan orang lain.
Mustahil bila dikatakan ada manusia yang tinggal sendirian karena manusia
adalah makhluk hidup yang selalu berkelompok dalam masyarakat. tetapi seorang
manusia harus mempunyai individu yang baik agar kehidupan sosial tetap bisa
berjalan dengan sempurna. Dengan adanya keluarga, manusia dapat belajar menjadi
seorang individu yang baik, karena keluarga adalah salah satu tempat manusia
bernaung, berkeluh kesah dan saling memberikan kasih sayang.
METODOLOGI PENULISAN
Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah
metodologi penulisan deskriptif.
MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dibuatnya dari makalah ini yaitu untuk
memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar serta untuk menambah wawasan bagi
penulis khususnya serta pembaca pada umumnya.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENDUDUK
MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang
berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah
tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya
suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat
dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan
adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang
dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak
didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan
merupakan hubungan yang saling menentukan.
Berikut adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang
penduduk, masyakarakat dan kebudayaan
DEFINISI PENDUDUK,
MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
·
Penduduk
Penduduk merupakan orang yang secara hukum berhak tinggal disuatu daerah atau
wilayah tersebut, dan mempunyai bukti kewarganegaraan yang sah. Pengertian penduduk
dalam sosilogi adalah penduduk merupakan kumpulan manusia yang menepati wilayah
geografi dan ruang tertentu.
Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu,
menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
·
Masyarakat
Masyarakat adalah
suatu kehiduoan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang
keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki
pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang
terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial
kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur.
Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan
antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok
·
Kebudayaan
Budaya
adalah warisan yang digenerasikan ke generasi berikutnya tentang suatu cara
hidup yang berkemband dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok. Terbentuknya
budaya dari banyak unsur yang rumit, seperti sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa dan macam hal lainnya. Budaya merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari manusia. Budaya sifatnya kompleks, abstrak, dan luas.
Kebudayaan adalah
hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan
kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur
kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang
menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
PENDUDUK DAN
PERMASALAHANNYA
Pertumbuhan
penduduk merupakan satu hal yang tidak bisa dimungkiri, karena hal tersebut
akan terjadi terus-menerus. Yang menjadi permasalahan, apabila pertambahan
penduduk ini tidak terkendali hingga mencapai titik ledakan penduduk yang
ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk yang pesat dan tiba-tiba.
Berbagai
masalah timbul akibat adanya ledakan penduduk, dan pada umumnya permasalahan
berawal dari tidak seimbangnya antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya. Pada
akhirnya, permasalahan yang muncul akan menyangkut aspek fisik, sosial, dan
ekonomi masyarakat.
Berikut
berbagai macam permasalahan penduduk, diantaranya :
a. Peningkatan Pengangguran
Peningkatan
pengangguran yang pesat disebabkan adanya pertumbuhan penduduk yang tidak
diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang mampu menampung jumlah pencari kerja
yang
meningkat.
Pertumbuhan penduduk berarti juga peningkatan jumlah tenaga kerja. Apa jadinya
jika peningkatan jumlah tenaga kerja tidak diimbangi dengan semakin luasnya
kesempatan kerja?
b. Meningkatnya Kemiskinan
Ketidakseimbangan
antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya menyebabkan terjadinya kelangkaan
sumber daya. Akibatnya, dalam upaya pemenuhannya terjadi kompetisi hingga
pada
akhirnya terjadi kenaikan harga kebutuhan. Kondisi ini mengakibatkan daya beli
masyarakat berkurang.
c. Penurunan Tingkat Kesehatan
Jangankan
untuk membiayai pemeliharaan kesehatan, untuk pemenuhan kebutuhan pokok saja
menjadi sulit apabila terjadi ledakan penduduk. Akibatnya, akan terjadi
penurunan tingkat kesehatan seperti gizi buruk, terjangkitnya penyakit busung
lapar di masyarakat dan permasalahan kesehatan lainnya.
d. Menurunnya Tingkat Pendidikan
Pesatnya
peningkatan penduduk mengakibatkan tingginya jumlah anak usia sekolah.
Peningkatan ini akan menimbulkan masalah seperti kesempatan memperoleh
pendidikan yang makin sempit dan tingginya biaya pendidikan yang akan membebani
masyarakat.
e. Penurunan Kesejahteraan
Peningkatan
penduduk diiringi dengan peningkatan kebutuhan hidup yang menuntut untuk
terpenuhi. Banyaknya kebutuhan tentunya akan mengurangi pendapatan, hingga pada
akhirnya terjadi penurunan kesejahteraan secara umum.
f. Peningkatan Kebutuhan Pangan
dan Tempat Tinggal
Untuk
bertahan hidup manusia perlu makan dan tempat tinggal. Ledakan penduduk secara
langsung memberikan dampak meningkatnya kebutuhan akan dua hal tersebut. Banyak
dampak yang kita lihat akibat meningkatnya kebutuhan tersebut. Pembukaan lahan
baru untuk permukiman marak dilakukan. Ketersediaan tempat tinggal yang
terbatas juga mengakibatkan banyaknya perumahan liar dan kumuh
DINAMIKA PENDUDUK
·
PENGERTIAN
DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika
penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut
dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada
perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah
penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey
penduduk. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 pada zaman Hindia
Belanda. Sedangkan sensus yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dimulai pada
tahun 1961,1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir tahun 2010.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah.
·
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA PENDUDUK
Jumlah
penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau
berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3
(tiga) faktor yaitu :
- Kelahiran (natalitas)
- Kematian (mortalitas)
- Migrasi (perpindahan)
- Kelahiran (natalitas)
- Kematian (mortalitas)
- Migrasi (perpindahan)
Jumlah
kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia,
oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran
dan kematian. Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di
Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Kelahiran (fertilitas)
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
- Kawin usia muda
- Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
- Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
- Anak merupakan penentu status social
- Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.
Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :
-Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
-Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
-Semakin banyak wanita karir.
Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
- Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
b. Kematian (mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate).
Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :
- Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
- Fasilitas kesehatan yang belum memadai
- Keadaan gizi penduduk yang rendah
- Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
- Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
-Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
-Fasilitas kesehatan yang memadai
-Meningkatnya keadaan gizi penduduk
-Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan
Penggolongan angka kelahiran kasar :
- angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
- angka kematian sedang, apabila antara 10 s/d 20 per 1000 penduduk
- angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
- Kawin usia muda
- Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
- Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
- Anak merupakan penentu status social
- Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.
Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :
-Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
-Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
-Semakin banyak wanita karir.
Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
- Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
b. Kematian (mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate).
Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :
- Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
- Fasilitas kesehatan yang belum memadai
- Keadaan gizi penduduk yang rendah
- Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
- Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
-Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
-Fasilitas kesehatan yang memadai
-Meningkatnya keadaan gizi penduduk
-Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan
Penggolongan angka kelahiran kasar :
- angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
- angka kematian sedang, apabila antara 10 s/d 20 per 1000 penduduk
- angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk
PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan
akan senantiasa berubah dan berkembang. Perkembangan tersebut bisa berasal dari
dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri atau sebab perubahan lingkungan alam
dan fisik loka masyarakat hidup. Masyarakat nan terbuka memiliki kesamaan
mengalami perkembangan nan lebih cepat dibandingkan dengan masyarakat nan
tertutup.
Selain
sebab peristiwa cultural lag dan cultural survival , perubahan kebudayaan juga
bisa disebabkan oleh cultural conflict (pertentangan kebudayaan) dan culture
shock (guncangan kebudayaan).
Cultural
conflict (pertentangan kebudayaan) bisa muncul sebagai dampak dari relatifnya
kebudayaan sehingga sering menimbulkan konflik antarkebudayaan. Penyebabnya
ialah keyakinan-keyakinan nan berbeda sehubungan dengan berbagai masalah
aktivitas berbudaya. Misalnya, muncul konflik antara budaya Timur dan budaya
Barat sebab keduanya memiliki tata nilai nan berbeda.
Culture
shock (guncangan kebudayaan) merupakan istilah nan dikemukakan Kalervo Oberg
buat menunjukkan gejala kecemasan atau shock dampak dipindahkan ke dalam suatu
kebudayaan nan berbeda dari kebudayaan sendiri. Akhirnya, menimbulkan berbagai
bentuk kecemasan sebelum akhirnya bisa menyesuaikan diri.
Saat
ini, kita terus merasakan berbagai perkembangan kebudayaan. Lahirnya era
teknologi telah mampu mengubah budaya nan sudah sejak lama ada. Contoh
sederhana mengenai penggunaan ponsel atau HP. Zaman dahulu, orang buat
berkomunikasi menggunakan cara tradisional, yakni dengan menggunakan kentongan.
Sedangkan sekarang, cukup dengan ponsel atau media internet.
KEBUDAYAAN HINDU,
BUDDHA, ISLAM, BARAT
a.
Kebudayaan Barat
Budaya
Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa),
mengacu pada budaya yang berasal Eropa.
Istilah
"Budaya Barat" digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan
norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem
politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah
budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
Pengaruh
budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan
tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan
budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta
dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang
dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme humanisme, revolusi ilmiah
dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang
mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai
demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
Pengaruh
budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi
etika atau moral, selama masa Pasca Klasik.
Pengaruh
budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi
lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa
Romantisisme.
Konsep
budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam
definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta
prinsip-prinsip artistic dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain.
Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah
dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan
negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi
orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan
Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa
Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa
kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara
lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan
penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme
budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
b.
Kebudayaan Islam
Alquran memandang kebudayaan itu merupakan suatu proses,
dan meletakkan kebudayaan sebagai eksistensi hidup manusia.Kebudayaan merupakan
suatu totalitas kegiatan manusia yang meliputi kegiatan akal hati dan tubuh
yang menyatu dalam suatu perbuatan. Jadi secara umum kebudayaan islam adalah
hasil akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada
nilai-nilai tauhid.islam sangat menghargai akal manusia untuk berkiprah dan
berkembang.
Alquran memandang kebudayaan itu merupakan suatu proses,
dan meletakkan kebudayaan sebagai eksistensi hidup manusia.Kebudayaan merupakan
suatu totalitas kegiatan manusia yang meliputi kegiatan akal hati dan tubuh
yang menyatu dalam suatu perbuatan. Jadi secara umum kebudayaan islam adalah
hasil akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada
nilai-nilai tauhid.islam sangat menghargai akal manusia untuk berkiprah dan
berkembang.
Di zaman modern, semangat dan pemahaman sebahagian
generasi muda ummat islam khususnya mahasiswa PTU dalam mempelajari dan
mengamalkan ajaran islam. Mereka berpandangan bahwa islam yang benar adalah
segala sesuatu yang ditampilkan oleh nabi Muhammad SAW, secara utuh termasuk
nilai-nilai budaya arabnya. Kita tahu islam itu dari beliau, dan yang
mengingkari kerasulannya adalah kafir. Nabi Muhammad SAW, adalah seorang rasul
allah dan harus di ingat bahwa beliau adalah orang arab.Dalam kajian budaya
sudah tentu apa yang ditampilkan dalam perilaku kehidupannya terdapat
nilai-nilai budaya lokal. Sedangkan nilai-nilai islam itu bersifat universal.
c. Kebudayaan Hindu-Buddha
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua
negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan
Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik.
Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan
laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat
Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua
samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu:
1. Sering
dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia,
2. Kesempatan
melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar,
3. Pergaulan
dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan
4. Pengaruh
asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan
dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India
merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam
bentuk budaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang
proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.
B. INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
1. Manusia
sebagai individu
Sebagai individu manusia adalah perpaduan antara
aspek-aspek yang tidak bisa di pisahkan, seperti jasmani dan rohani. Di sisi
lain manusia adalah makhluk sosial yang tunduk pada hal-hal lain yang berada di
luar dirinya, baik itu nilai, norma, dan hukum
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani
dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.Seseorang dikatakan
sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.
Jika unsur-unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi, maka seseorang tidak disebut
lagi sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya,
atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, manusia dikatakan
sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
- Manusia tunduk
pada aturan, norma sosial
- Perilaku
manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
- Manusia
memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
- Potensi manusia
akan berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia
2. keluarga
dan fungsinya sebagai manusia
Keluarga merupakan tempat bernaung bagi manusia yang
dapat membuat jiwa dan raga kita merasa tenang dan tenteram berada di dalamnya.
Tak dapat terbantahkan lagi bahwa keluarga sangat berpengaruh besar bagi
manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari apapun kegiatan itu baik dalam
keadaan suka maupun duka,keluarga selalu bisa menjadi semacam motivasi bagi
manusia yang melecut mental kita dalam mengarungi kerasnya kehidupan di luar
sana agar tidak mudah berputus asa, dan keluarga selalu menyertai setiap
langkah & tindak tanduk kehidupan manusia. Keutamaan keluarga dalam
kehidupan manusia adalah mampu membangun keharmonisan di dalam ruang lingkup
keluarga itu sendiri, dengan begitu manusia dapat menjadikan dirinya pribadi
yang bersahaja, mempunyai jiwa kekeluargaan, dan bertanggung jawab baik
terhadap dirinya sendiri maupun orang lain ataupun keluarganya.
Keluarga bisa menjadi tempat bersandarnya hati yang
gelisah dan keluh kesah. Tak hanya itu, suasana keluarga dapat juga diisi
dengan hati yang senang supaya tercipta keakraban dan keharmonisan antar sesama
manusia. Terlepas dari semua keterangan yang dijaleaskan , keluarga mempunyai
fungsi yang sangat kompleks dalam membangun suatu keharmonisan hidup bagi semua
kehidupan manusia di muka bumi ini. Oleh karena itu, untuk memelihara dan
menjaga keutuhan keluarga diperlukan ketulusan hati yang mampu mengalahkan ego
yang ada pada diri manusia sehingga dapat menguatkan hubungan kekeluargaan
antar manusia lainnya.
3.Masyarakat Sebagai
Unsur dari Kehidupan Manusia
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial , artinya
manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dilihat dari sejarah
perkembangan manusia, ternyata manusia selalu hidup bersama, selalu hidup
berkelompok dalam masyarakat.
Keluarga adalah merupakan suatu bentuk masyarakat yang
paling kecil jumlah anggotanya. Tentang berapa banyak jumlah manusia agar
kelompok itu dapat disebut masyarakat itu tidak ada ketentuannya, yang ada
ketentuan jumlah minimalnya yaitu sedikitnya ada 2 (dua) orang yang hidup
bersama, saling tergantung dan saling mempengaruhi satu sama lain untuk
mencapai tujuan bersama. Masyarakat merupakan suatu kehidupan bersama yang
terorganisasi untuk mencapai dan mewujudkan tujuan bersama. Dalam hidup
bermasyarakat antara manusia yang satu dengan yang lain selalu berhubungan atau
antara ego (manusia yang beraksi) selalu berinteraski dengan alter (manusia
yang bereaksi). Hubungan tersebut disebut Interaksi Sosial. Dengan demikian
dapatlah ditarik simpulan adanya ciri-ciri Interaksi Sosial, yaitu :
1. Minimal ada 2
(dua) orang yang mengadakan interaksi
2. Dalam
mengadakan interaksi menggunakan bahasa yang salaing dimengerti diantara ego
dan alter
3. dalam kurun
waktu yang cukup lama, artinya tidak hanya sesaat
4. adanya tujuan
tertentu yang mempersatukan.
Manusia hidup bermasyarakat kemungkinan disebabkan :
merasa tertarik satu sama lain, merasa memerlukan bantuan atau perlindungan
dari orang lain, merasa mempunyai kesenangan yang sama, merasa mempunyai
hubungan kerja dengan orang lain. Di samping itu sebenarnya ada tuntutan
kesatuan biologis yang terdapat pada naluri manusia yang mendoronga manusia
hidup bermasyarakat yaitu : hasrat untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum,
hasrat untuk mengembangkan keturunan dan hasrat untuk membela diri. Hal ini
berarti bagaimana pun pandainya seorang manusia, ia mutlak tetap membutuhkan
pertolongan dari manusia yang lain. Adapun caranya adalah dengan hidup
bermasyarakat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Penduduk, masyarakat ,dan kebudayaan adalah aspek
kehidupan yang saling berkaitan dimana penduduk adalah orang-orang yang
mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan
berkembang dalam wilayah tertentu pula.dari penduduk tesebut terbentuklah
kelompok masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama . Begitu pula dengan
kebudayaan yang terlahir dari adanya masyarakat. Semakin bertambahnya jumlah
penduduk dari waktu ke waktu mengakibatkan ledakan penduduk dan menimbulkan
permasalahan penduduk seperti kepadatan penduduk, peningkatan pengangguran
,peningkatan kemiskinan,penurunan kesehatan dan lain-lain.Kemudian muncul
Dinamika penduduk yaitu perubahan keadaan penduduk,perubahan tersebut
dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada
perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah
penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey
penduduk.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang mempunyai kelebihan akal dan pikiran,
digolongkan sebagai makhluk individu/personal, makhluk sosial dalam kehidupan
berkeluarga maupun bermasyarakat.
Sebagai makhluk individu manusia bertanggung jawab atas segala tingkah
laku yang dia lakukan, berkewajiban tunduk kepada sang Khalik, mentaati segala
perintah dan menjauhi segala larangannya, berhak mendapatkan pendidikan dan
menjaga kesehatan fisik maupun psikis, tidak mendzalimi diri sendiri dan
senantiasa beribadah kepada Allah SWT.Pada dasarnya setiap manusia tidak
diciptakan untuk hidup seorang diri, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial
yang itu berarti membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup, Sebagai
makhluk sosial sudah sewajarnya manusia tersebut menjadi pribadi yang dapat
menghormati hak orang lain, bergotong royong saling membantu apabila diantara
masyarakat atau tetangga membutuhkan bantuan kita. Mematuhi segala macam dan
norma yang ada dilingkungan sekitar agar dapat tercipta kehidupan bermasyarakat
yang aman, damai dan sejahtera. Saling menghormati antar Suku, Agama dan Ras karena
setiap manusia diciptakan untuk saling menghargai.
SARAN
Untuk menghindari permasalahan penduduk seperti kepadatan
penduduk pemerintah harus lebih disiplin lagi dalam mengkaji peraturan yang
telah di tetapkan dan sebagai warna negara juga perlu menyadari dan menjalankan
akan pentingnya aturan tersebut .
Kebudayaan bangsa Indonesia merupaka kebudayaan yang
terbentukdari berbagai macam suku dan agama sehingga banyak tantanganyang
selalu merongrong keutuhan budaya itu dengan semangat kebhinekaan.Kewajiban
kita sebagai anak bangsa untuk mempertahankannya budaya itu menuju bangsa yang
abadi,luhur,makmur dan bermartabat. Sebagai penerus bangsa juga kita harus saling menghargai
kebudaayaan kita.
DAFTAR PUSTAKA
http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/
http://blogpki.blogspot.co.id/2013/06/dinamia-penduduk.html?m=1
https://ringkasanbukugeografi.blogspot.co.id?2016?01/permasalaha-penduduk-dan-upaya.html?m=1
http://fikri-falindi.blogspot.co.id/2012/12/kebudayaan-barat-islam-hindu-budha.html?m=1